Cinta Tanpa Syarat
21.10.10 by Zaza in Label:

Muhasabah hari ini:

kita mungkin bisa untuk mencintai tanpa batas.
1. tanpa batas waktu. dimana kita akan selalu mencintainya sampai ujung nafas sekalipun. dari ketika kita pertama kali melihatnya, sampai nanti terakhir menatapnya. kala kita terus bersamanya sambil terus mengukuti ritme kehidupannya. cinta seperti ini tidak akan pernah mengenal istilah kadaluarsa, ekspair, atau apapun. ia tidak akan pernah usang termakan usia, ataupun lekang oleh waktu.
2.tanpa batas ruang. kita akan selalu mencintainya sejauh apapun jarak memisahkan. hembus nafasnya dapat kita rasakan, meski gunung dan lautan terbentang. cinta seperti ini idak mengenal sistem geografis. karena ia memang tidak terbatas oleh ruang apapun.


mungkin masih banyak lagi konten-konten apa aja yang menjabarkan tentang cinta tanpa batas. tapi kalau kita kaji, cinta tanpa batas itu adalah bentuk aplikasi dari cinta tanpa syarat. saat kita mencintainya tanpa mensyaratkan apapun, tentu tak ada batasan yang menghalanginya. berbeda dengan anda mencintainya dengan atu atau lebih syarat, tentu ada batasan sehingga anda tidak akan menerobos syarat itu. artinya, bila cinta kita masih bersyarat tentu akan ada batasan yang menghalangi.



sebuah cinta tanpa syarat:
*hanya sebuah cerita

sebut saja namanya fulan. ia adalah seorang gadis yang oleh orang lain diberi label "sempurna". bagaimana tidak. ia masih muda, umurnya masih dibawah 25, tapi sudah menyandang gelar s2. bekerja disebuah perusahaan dengan penghasilan yang amat memadai. terlebih memang ayahnya seorang pengusaha di bidang entertainment yang sukses. aktifitas dan prestasinya dulu di kampus tidak usah ditanya, ia seorang aktifis yg prestatif. pengetahuan agamanya juga bagus, kabar terakhir dia telah pergi umroh ke mekkah. untuk parasnya, banyak yang harus patah hati ditolak oleh keteguhan agamanya. hmmmm, perfect bukan? siapa yang tidak menginginkannya supaya dia jadi istrinya.
tapi lihatlah dia, beberapa saat yang lalu, saya menerima sebuah undangan pernikahan darinya. saya tidak tahu bagaimana awal ceritanya, tapi saya tahu siapa calon suaminya. dia adalah lelaki yang tidak dianugrahi kesempurnaan fisik, tidak dianugrahi kekayaaan harta yang melimpah, tidak juga dengan rupa yang menawan. tapi ia seseorang yang tulus, tulus untuk segala-galanya dan tersenyum untuk setiap keadaan.
bagi sebagian orang, pernikahan mereka tidak termasuk dalam kualifikasi pasangan sempurna. tapi saya tahu, itu adalah sebuah cinta tanpa syarat....

Posting Komentar