words wise 2
24.6.10 by Zaza in Label:

Anonim, 23 Mei 2010, untuk pengokoh iman:
"Leave 'something' for Allah. But never leave Allah for 'something'. Because ini this life, 'something' will leave you. But Allah will always be there for you."

Ikhwan B19, 12 Mei 2010, untuk pengokoh iman:
"Nabi SAW menyarankan, jika muncul prasangka dalam diri kita, tidak perlu diteruskan dengan mencari bukti. Biarlah prasangka buruk itu hilang begitu saja. Atau kalau perlu mengalihkannya menjadi prasangka yang baik."

Mba Yuas, 10 Mei 2010, untuk pengokoh muamalah:
"Semangat takkan hilang karena kecewa. Semangat takkan hilang karena ada duri yang menghadang. Semangat takkan hilang walau tak ada apresiasi dari manusia. Semangat harus tetap ada karena Allah SWT selalu melihat amal kita. Banyak yang Allah inginkan dan yang kita butuhkan dalam episode kehidupan. Ingatlah bersama kesulitan ada kemudahan."

Ikhwan B19, 5 Mei 2010, untuk pengokoh iman:
"Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika di angkat.(HR. Muslim)"

Mba Rifa, 28 April 2010, untuk penyejuk iman:
"Jika sendiri janganlah merasa sepi, ada Allah yang selalu mengawasi. Jika sedih janganlah sering dipendam dalam hati, ada Allah tempat berbagi. Jika susah janganlah merasa pilu, ada Allah tempat mengadu. Jika gagal janganlah putus asa, ada Allah tempat meminta. Jika bahagia janganlah menjadi lupa, ada Allah tempat memuja. Ingatlah Allah dimanapun anada berada, Allah selalu bersamamu dan menjagamu dan senantiasa berikan yang terbaik dalam hidupmu."

Ikhwan B19, 27 April 2010, untuk pengokoh iman:
"Dan janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertaqwa, dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.(QS: 2:224)"

Ikhwan B19, 26 April 2010, untuk pengokoh muamalah:
"Sebuah peradaban yang gemilang akan terwujud di tangan mereka-mereka yang maudan mampu menjadi agen-agen perubahan yang lahir dari generasi inspiratif nan bertaqwa. Bergeraklah sejak kita bangun."

Mba Yuas, 24 April 2010, untuk penyejuk iman:
"Cuma mau ngucapin terima kasih, kepada matahari yang telah mengajarkan seni memberi. Kepada awan atas ketenangan dan keikhlasannya. Kepada pohon yang telah memberi keteduhan untuk semua, tidak peduli orang baik atau jahat, yang berteduh di bawahnya. Kepada bunga yang ketika hidup memberi keharuman dan menebar keindahan, ketika layu, jatuh lalu menjadi pupuk. Kepada air yang tidak pernah mengeluh walau berapapun jauh jarak yang ia tempuh."

Mba Yuas, 18 April 2010, untuk penyejuk iman:
"Allahlah yang membuatmu mampu tersenyum walaupun dalam keadaan menangis. Tempat bertahan ketika merasa hendak menyerah. Tempat berdoa ketika kehabisan kata-kata. Untuk mencintai walaupun hatimu telah hancur berkali-kali. Untuk tetap mengerti ketika tidak satu pun kelihatan memberi arti. Segala sesuatu menjadi mungkin karena Allah mampukan kita."

Anonim, 16 April 2010, untuk penyejuk iman:
"Istirahatkan ragamu yang telah lelah mengikuti keinginanmu pada hari ini. Lelapkan tidurmu dengan hantaran doa kepada Allah SWT agar Ia senantiasa menjaga kita saat terlelap."

Ka Sarah, 13 April 2010, untuk pengokoh muamalah:
"Ya Allah, jagalah adikky ini dikala penjagaanku tak sampai padanya. Sayangi ia kala sayangku tak mampu merengkuhnya dalam dekapan nyata. Muliakan ia kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja. Karena Engkau punya segala yang tak kupunya."

words wise 3
12.6.10 by Zaza in Label:

Mba Eva, 9 Juni 10, menjelang UAS:
"Do for everything so that we can make possible for that impossible..."

Mba Rifa, 8 Juni 10, menjelang UAS:
"Berpikirlah positif sehingga Allah mengeirimkan kita pikiran yang positif. If you think you can, you can. Nothing is impossible, everything is possible if you believe in Allah."

Mba Yuas, 8 Juni 10, menjelang UAS:
"Jika esok nafas ini terhenti, mungkin sujud panjang malam ini kan begitu berarti. Jika menangis di ujung hari nanti adalah penyesalan, mungkin menangis di malam ini adalah lentera-lentera harapan. Karena kita semua hanyalah singgah sementara. Tidak ada yang lebih dekat dengan kita selain kematian. Semoga kita senantiasa hidup dalam keberkahan-Nya."

Didi (Kadiv Logstran OH 47), 7 Juni 10, menjelang UAS:
"Muadz bin Jabal berkata: pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya semata-mata karena Allah merupakan wujud kekhusyuan kepada-Nya, bersusah payah mencarinya merupakan wujud ibadah, mengingatnya merupakan tasbih kepada-Nya, mencarinya merupakan jihad, dan mengamalkan kepada yang belum tahu merupakan shadaqah."

Mba Ely, 7 Juni 10, untuk penyejuk iman:
"Muslimah itu anugrah terindah di dunia. Ia lembut namun tidak lemah. Tetap mempesona tapi bersahaja. Ia tahu bagaimana menjaga jati dirinya. Ia mengerti bagaimana menjaga akhlak dan kemuliannya. Itulah yang membuatnya istimewa dibandingkan wanita lainnya. Ilmunya telah mengangkatnya menjadi permata terindah di dunia."

Ikhwan B19, 7 Juni 19, untuk penyejuk iman:
"Barang siapa yang mengucapkan Subhanallahi wa bihamdihi di dalam sehari sebanyak 100 kali, niscaya akan dihapus semua dosa-dosa kecilnya sekalupin sebanyak buih di lautan. (HR. Bukhari)"

Mba Ely, 4 Juni 10, untuk penyejuk iman:
"Tahu tidak, perjuangan tidak boleh kalah: kalah dengan dirinya sendiri, kalah dengan kepentingan pribadi, kalah dengan ambisi, kalah dengan ketidakberdayaan, kalah dengan perasaanya. Dia hanya boleh jatuh untuk bangun kembali. Dia hanya boleh lelah untuk bekerja kembali. Dia hanya boleh kalah untuk menjadi lebih baik."

Mba Rifa, 1 Juni 10, sebuah doa:
"Ya Allah, jika saat ini dia tersenyum, semoga menjadi ibadah. Jika dia marah semoga tidak melampaui batas. Jika dia sedih semoga kesedihannya bisa menghidupkan hati dan jiwa. Jika dia lelah semoga menjadi penggugur dosa"

Mba Yuas, 31 Mei 10, untuk penyejuk iman:
"Nikmati setiap detik waktu. Akhiri hari ini dengan syukur dan awali esok hari dengan keikhlasan. Indahnya hidup bukan karena sebarapa banyak orang yang kita kenal, namun seberapa banyak orang yang bahagia mengenal kita..."

Mba Yuas, 30 Mei 10, untuk pengokoh muamalah:
"Organisasi yang hebat+kuat mampu membuat 50% dari kadernya rela melakukan apapun, memberikan apapun untuk organisasi dengan catatan dilakukan dengan bahagia dan senang hati (spiritual comitment). Komitmen di bagi 3: (1) Political comitment (hanya untuk dapat sesuatu), (2) Emosional comitment (hanya suka dengan kondisi atau lingkungan), (3) Spiritual comitment (tidak terbatas pada jarak, waktu, atau apapun, tetap akan produktif). Hanya orang-orang yang memiliki spiritual comitment yang dapat membangun komitmen orang lain."

Mba Ely, 23 Mei 10, untuk penyejuk iman:
"Rasulullah menggandeng tangan Mu`adz dan bersabda: Wahai Mu`adz, demi Allah aku cinta kamu. Kemudian Nabi bersabda lagi: Aku wasiatkan kepadamu wahai Mu`adz, jangan pernah meninggalkan di setiap akhir sholat untuk membaca Allahumma a-innii ala zikrika wa syukrika wa husni ibadatika (wahai Allah tolonglah aku untuk selalu ingat kepada-Mu, juga bersyukur kepada-Mu, dan sebaik-baik ibadah kepadaMu). (HR. Abu Daud dari Mu`adz ra)"

Anonim, 23 Mei 10, untuk penyejuk iman:
"Leave something for Allah. But never leave Allah for something. Because in this life, something will leave you. But Allah will always be there for you."

Mba Yuas, 22 Mei 10, untuk pengokoh muamalah:
"Tiada mutiara sebening cinta. Tiada sutra sehalus kasih sayang. Tiada embun sesuci ketulusan hati. Dan tiada hubungan seindah persahabatan. Sahabat bukan matematika yang dapat dihitung nilainya, ekonomi yang mengharapkan materi, PPKN yang dituntut oleh undang-undang, tetapi sahabat adalah sejarah yang dapat dikenang sepanjang masa."

Didi, 20 Mei 10, untuk pengokoh muamalah:
"Jika tali telah menegang kencang, itu pertanda akan putus. Jika malam telang sangat pekat, maka kegelapan itu akan segera pergi. Jika sebuah masalah sudah sangat menghimpit, itu pertanda akan segera muncul jalan keluar. Dan sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan."

Ikhwan B19, 19 Mei 10, untuk pengokoh iman:
"Pada hari (kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram. Mereka saling berbisik satu sama lain: kamu tinggal (di dunia) tidak lebih dari sepuluh (hari). (QS Toha: 102-103)"

Mba Ely, 13 Mei 10, untuk pengokoh muamalah:
"Seorang raja sedang menyiapkan putra mahkotanya sebagai raja. Maka kirimlah ia ke seorang guru untuk belajar ilmu untuk jadi seorang raja. Oleh sang guru diminta sang pangeran untuk tinggal di hutan seorang diri beberapa lama. Setelah waktu direkomendasikan selesai, sang guru memanggil sang pangeran dan bertanya: apa yang anda dengar selama tinggal di hutan. Pangeran menjawab: suara burung, harimau, dan suara hewan huan lainnya. Kata sang guru: anda belum belajar, kembalilah ke hutan. Setelah waktu tinggal di hutan habis, di panggil lagi sang pangeran, dan ditanya dengam pertanyaan yang sama. Pangeran menjawab: aku mendengar suara gesekan daun, air yang mengalir, angin yang bertiup, tetes embun dan hujan, ranting yang patah. Kata sang guru: anda sudah siap menjadi raja. Karena seorang raja tidak hanya bisa mendengar kalimat yang terucap tapi kata-kata yang tidak keluar lewat pesan tapi juga tersampaikan dari setiap gerak rakyatnya."



Cinta Part 2
by Zaza in Label:

Siapa?

Siapapun berhak mencintai dan dicintai. Tanpa memandang dari siapa ia dilahirkan, sehingga tak perlu bertanya-tanya seperti apa nasabnya ? Tanpa menghitung harta kekayaannya, sehingga tak perlu bertanya-tanya apa pekerjaannya ? Tanpa mensyaratkan pikat pesonanya, sehingga tak perlu bertanya-tanya seperti apa rupanya ? Yang saya tahu dari sebuah hadist, bahwa anda boleh bertanya-tanya tentang agamanya ?(tapi gak etis banget kalau sampai anda menanyakan langsung tanpa basa-basi, jadi mendingan anda menyelidikinya aja…). (sebetulnya sih itu syarat seorang laki-laki menikahi wanita, hehe…)
Hari ini saya membaca sebuah tulisan yang isinya : “Setiap orang berhak untuk mencintai dan dicintai. Hanya saja, tidak semua orang berhak memiliki cinta tersebut. “ Isi tulisannya simple aja, tapi makna yang dikandungnya gak se-simple tulisannya. Dan saya bisa kaitkan statement tersebut untuk mempertanyakan siapa? Siapa yang mencinta, siapa yang dicinta, pada siapa cinta boleh berlabuh, karena siapa cinta itu ada, dan pertanyaan lainnya yang ada hubungannya dengan siapa.
Manusia diciptakan dengan dua mata untuk melihat, dua telinga untuk mendengar, dua tangan dan kaki, dan lainnya. Tapi manusia dianugrahkan hanya dengan satu mulut, satu hidung, satu hati, dll. Mengapa demikian? Mengapa kita hanya diberi satu hati? Karena kita hanya boleh mencintai untuk satu cinta, yaitu mencintai Allah SWT tanpa mendustakannya sedikitpun. Orang yang anda cintai aja cemburu kalau anda mencintai yang lainnya, begitu juga dengan Allah. Allah itu Maha Pencemburu kalau cinta untuk-Nya diduain oleh hamba-Nya. Tapi justru Allah akan meridhoi orang-orang yang mencintai yang lainnya dengan landasan cinta kepada Allah.
Merujuk pada definisi cinta versi Dik Doang, definisi tersebut juga menjawab siapa saja yang boleh dicinta. Karena cinta itu tak terstruktur, maka siapapun boleh kita cintai. Hanya saja obyek yang berhak kita cintai itu ada batasnya. Anda harus mencintai kedua orangtua anda, tanpa melanggar syarat mencinta yang ditetapkan Allah. Anda harus mencintai saudara anda, tanpa melanggar syarat mencinta yang ditetapkan Allah. Anda mencintai pasangan anda pun tidak boleh melanggar syarat mencinta yang ditetapkan Allah. Buat apa anda mencintai setengah mati orang tua, saudara, sahabat, pasangan, dll. tapi anda kehilangan cinta-Nya karena anda melanggar apa yang Ia tetapkan. Jadi, cintailah orang lain tanpa harus kehilangan cinta yang anda miliki, dan cintailah mereka sesuai dengan syariat yang sudah ada.
Kalau kata orang cinta itu buta, kayaknya istilah itu kurang tepat deh. Yang bener, nafsu itu buta. Cinta itu tidak buta, karena ia datang dari mata hati yang suci. Cinta itu hadir atas bimbingan mata hati dan suara hati anda yang paling jujur. Jadi harusnya gak tuh istilah kesesat cinta. Ya karena pada dasarnya cinta itu suci maka otomatis tidak menyesatkan.
Bila semua orang boleh mencintai dan dicintai, kenapa ada cinta yang tak berhak dimiliki? Kita analogikan dengan sederhana, misalnya saya punya sebuah pohon dan anda boleh memandanginya selama yang anda suka, anda boleh berteduh dibawahnya selama yang anda inginkan, anda boleh mencium wangi bunganya ketika ia merekah, bahkan anda juga boleh memakan buahnya saat ia berbuah nanti. Tapi satu hal yang tetap anda harus ingat, pohon itu bukanlah milik anda, pohon itu milik saya. Anda tidak bisa seenaknya mengambil pohon itu dari saya. Karena saya lah pemilik pohon itu, maka saya yang berhak atas pohon itu. Tidakkah anda berterimakasih pada saya karena saya telah berbaik hati membiarkan anda melihat, berteduh, mencium bunga, dan menikmati buah dari pohon saya?
Saya pikir analogi itu cukup menjelaskan mengapa memiliki cinta itu bukanlah hak, karena ada pemilik yang jauh lebih berhak dalam memperlakukan cinta. Dan saya rasa, semua uraian di atas sudah sedikit menjelaskan bahwa memang semua orang boleh mencinta dan dicinta selama cinta tersebut tidak melanggar aturan yang ada. Serta atas dasar hanya karena Allah lah kita boleh mencitai.
=+=+=+=
Jangan cepat puas hanya dengan apa yang saya tulis disini. Kejarlah semua ilmu, karena bukan ilmu dan pengetahuan yang menghampiri anda, tapi anda lah yang harus mencarinya, meski harus ke ujung dunia sekalipun (bukannya dunia gak berujung…?).

Cinta Part 1
by Zaza in Label:

Apa?

Saya hanya ingin berbagi sedikit, tentang kata-kata yang saya dengar hari ini dari seorang Dik Doank. “Bahwa cinta itu diciptakan dengan tidak terstruktur dan berbentuk abstrak”. Pernyataan itu mungkin tidak cukup memuaskan anda untuk mendefinisikan cinta. Anda butuh penjelasan untuk menerjemahkah sebuah definisi yang (ternyata) cerdas tapi gak jelas (
just kidding...).

Cinta itu tidak terstruktur. Anda tidak hanya membagi cinta dan kasih sayang yang anda miliki hanya kepada orang-orang yang anda kenal. Misalnya kedua orang tua anda, saudara, kerabat, sahabat, suami atau isteri. Tapi cintailah semua orang secara luas, sebagaimana Allah SWT mengasihi semua hamba-Nya (termasuk yang mendustakan-Nya). Cinta itu tak hanya dibatasi oleh ikatan darah dan hati. Karena cinta itu tidak memiliki struktur yang terorganisir. Belajarlah untuk mencintai tetangga anda, temennya temen anda, sepupunya kakek temen anda, sahabatnya dari temen sepupu ibu anda, dan adik tante dari ayah sahabat anda yang kakeknya bertetangga dengan neneknya paman temen anda (saya tahu itu terlalu complicated, jadi gak usah dibayangin kayak gimana...). Cinta tak struktur juga mengartikan bahwa (meskipun sedikit dan dengan syarat) anda mencintai dan menyayangi orang-orang yang membenci anda, yang pernah menyakiti hingga menzhalimi anda, ataupun mereka yang bahkan tak pernah anda bayangkan dalam benak anda.

Meskipun cinta tidak terstruktur itu tak dibatasi oleh ikatan apapun, saya hanya ingin mengingatkan tentang sebuah hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi bahwa jangan terlalu mencintai dan membenci dengan perasaan yang berlebihan. Yang saya tegaskan disini adalah bahwa ruang lingkup yang kita diskusikan kali ini adalah seberapa luas anda dapat menjamah cinta, bukan seberapa besar anda mampu mencurahkan cinta.

"Cintailah kekasihmu dengan sederhana, boleh jadi engkau akan membencinya pada suatu ketika. Dan bencilah orang yang engkau benci dengan sederhana, boleh jadi engkau akan mengasihinya pada suatu ketika."(HR. At-Tirmidzi)

Cinta itu abstrak. Tak seorang pun dapat memastikan seperti apa bentuk cinta sehingga anda dapat dengan tepat menempatkannya di sudut hati anda. Cinta juga memberikan akibat yang terlihat abstrak bagi orang-orang yang merasakannya. Misalnya senyum-senyum (bahkan ketawa sampai ngakak) sendirian. Ditambah lagi senyum-senyumnya itu di depan kaca dan dalam tempo yang tidak singkat sama sekali. Timingnya juga sering gak tepat, dan saya mengklasifikasikan hal ini sebagai bentuk keabstrakan cinta. Contoh yang pernah saya temukan adalah cinta (mungkin lebih tepat nafsu kali ya?) yang menggebu di detik-detik menjelang ujian kelulusan sekolah (agak berlebihan dikit sih...).

Yah kadang begitulah cinta...Abstrak, gak jelas kapan datangnya, gak jelas pada siapa ia akan berlabuh, gak jelas alasan kehadirannya, gak jelas seberapa lama ia mampu bertahan di hati anda, gak jelas sebesar apa anda mampu mencurahkan cinta itu, gak jelas bagaimana akhirnya perasaan itu tumbuh di hati anda, bahkan mungkin cinta itu menghampiri anda ketika anda masih gak jelas memaknai cinta.

=+=+=+=

Itu hanya segelintir cuap-cuap yang saya tuliskan dari sebuah kalimat sederhana yang dilontarkan oleh Dik Doang. Dari kata-kata yang sama, saya yakin banyak persepsi berbeda dari sudut pandang yang juga berbeda. Ada banyak definisi yang lebih bijak dari yang saya utarakan. Saya bukan Rumi yang mengartikan cinta melalui syairnya yang menyentuh. Saya juga bukan Shakespeare yang mengenalkan cinta lewat tulisan dan dramanya. Juga bukan Gibran yang secara gamblang membimbing cinta menuju kasih sayang-Nya yang luas tak terbatas.

I was just a zaza

Episode Cinta
9.6.10 by Zaza in Label:

Bismillahirrahmanirrahim
Assalammulaykum warahmatullahi wabarakatuh

WARNING!! PENTING UNTUK DIBACA!

Jujur, saya bukanlah orang yang romantis untuk mengungkapkan cinta melalui kata-kata. Saya tak bisa mengartikan cinta melalui kata-kata puitis yang menyentuh hingga membuat anda terharu. Saya juga tidak cukup melankolis untuk merasakan hadirnya cinta yang benar-benar tulus. Maka, jangan salahkan dan memaksa saya agar tercipta suasana yang mendramatisir hanya untuk membuat anda menangis.
Saya juga sering kali bermasalah (baca: khilaf) untuk mengingat apa yang sering orang katakan atau sesuatu yang saya baca tentang cinta. Jadi saya minta maaf sebelumnya, kalau ada kekeliruan atas apa yang saya curahkan, tuliskan, atau apapun itu. Anda tahu, saya hanya manusia yang sering kali melakukan kesalahan (coba anda baca sekali lagi, pastikan saya tidak menuliskan “saya hanya manusia biasa yang…”). Tapi saya berharap bahwa saya menjadi manusia yang tidak biasa, bukan yang biasa-biasa aja. Untuk itu cobalah ubah mindset anda, bahwa luar biasa itu tidak harus sempurna (alright?).

KALAU YANG INI GAK TERLALU PENTING SIH…
Tulisan tentang cinta ini tidak saya tulis atas dasar saya sedang merasakan apa yang saya tuliskan. Saya hanya ingin berbagi kepada anda semua tentang cinta melalui pandangan pemikiran saya. Memang, tidak semuanya hasil ide pemikiran saya, tapi setidaknya anda boleh percaya bahwa sayalah yang mengetik dan mempostinya di blog ini (tuh kan gak terlalu penting…). Maksudnya saya bisa jamin, bahwa tulisan saya ini telah melewati tahap perenungan, olah data dan analisis (huh, saya tahu ini sepertinya lebay) sehingga ide yang saya dapatkan telah saya edit (edit, bukan co-past) menjadi sebuah pemikiran dalam pandangan saya.

SEPERTINYA INI GAK PENTING BANGET, TAPI HUKUMNYA MUBAH (BOLEH) UNTUK DIBACA…
Bagi saya, ngomongin tentang cinta itu sesuatu yang agak-agak sensitif. Jadi gak heran banyak yang bilang kalau ngomongin cinta itu ngomongin sesuatu yang cengeng. Tapi tenang, saya tidak peduli dengan apa yang orang bilang. Meski agak sensitif, saya ngomonginnya tulus kok…(lho?)

Untuk mereka yang mempertanyakan cinta…

Jangan se-enak jidad donk!
6.6.10 by Zaza in Label:

Ini hanya sebuah ungkapan hatiku, bagi orang yang sepertinya terzhalimi. Aku cuma bisa mendesah pasrah aja, kalau lagi nyetir motor trus jadi korban keegoisan pengemudi yang lain. Padahal mereka gak tahu, akibat dari keegoisan tersebut bisa berakibat fatal. Ini tentang nyawa...

Aku bersyukur, Allah SWT selalu melindungiku dari segala macam jenis bahaya yang ada di jalan. Mulai dari ketika aku hampir keserempet, hampir nyenggol motor orang gara-gara dia ngerem mendadak, atau yang lainnya. Aku gak kebayang aja, kalau sampai Allah cabut perlindungan-Nya, udah jadi perkedel dah. Maka dari itu, aku selalu berdoa agar terlindung dari segala macam keburukan.

Pernyataan yang sedang disuarakan oleh hatiku adalah untuk mereka, para pengendara motor khususnya, yang gak punya kaca spion dan lampu sen. Apakah mereka tahu, kalau mereka gak punya dua hal itu, mereka tuh mengendara dengan seenak jidad mereka aja. Gak pake ngeliat (lebih tepat gak peduli) dengan apa yang ada di belakangnya. Aku yang sering ada dibelakang mereka itu dipaksa untuk benar-benar mengerti apa yang mereka mau. Emangnya mereka pikir aku tau apa yang akan mereka lakukan? Mau belok atau berhenti, mana tahu kalau gak kasih tanda! Mereka tuh selalu membuat orang lain harus mengerti apa yang mereka mau. Egois dong namanya!

Aku gak maksud suuzhan sih, tapi kenyataan banyak yang membuktikan begitu. Emang gak semua yang gak berspion dan berlampu sen itu ugal-ugalan, tapi kan kebanyakan begitu. Lebih banyak yang nyetir sesuka hatinya ketimbang yang merasa berdosa gara-gara melanggar peraturan.

Ya udah lah, aku ngomel juga mereka gak denger. Jadi mendingan berdoa aja...